Apa Standar Utama untuk Renewable Energy Certificates (REC) di Pasar Berkembang?

what-are-key-standards-for-renewable-energy-certificates-in-emerging-markets-article.

Lompat ke bagian

Ada banyak standar untuk sertifikat energi terbarukan di seluruh dunia. Namun, dua standar paling umum terlihat di pasar berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Sertifikat Energi Terbarukan (REC)

Sertifikat Energi Terbarukan (REC) adalah sertifikat yang dapat diverifikasi untuk melacak aliran energi terbarukan masuk dan keluar dari sistem listrik.

REC diproduksi ketika sumber energi terbarukan (seperti angin, surya, hidroelektrik, dan lainnya) menghasilkan satu MWh listrik dan mengirimkannya ke jaringan listrik.

Sertifikat-sertifikat ini adalah komoditas yang dapat diperdagangkan, di mana pemilik sertifikat memegang hak atas atribut non-daya dari listrik tersebut. Sertifikat-sertifikat ini akhirnya dibeli oleh perusahaan yang ingin membuktikan bahwa mereka menggunakan energi terbarukan. Sertifikat-sertifikat ini kemudian dicabut.

Dengan demikian, sertifikat-sertifikat ini adalah cara yang penting dan dapat diaudit untuk menghubungkan MWh energi terbarukan dengan manfaat lingkungan dan keuangan.

Penerbitan RECs

Ada banyak standar yang mendukung penerbitan, pelacakan, dan pencabutan sertifikat energi terbarukan. Standar-standar ini mungkin menggunakan nama yang berbeda untuk hasil sertifikat tersebut. Misalnya, di Eropa, mereka dikenal sebagai Guarantees of Origin (GOs), sementara di AS, cenderung dikenal sebagai REC.

Secara umum, setiap standar menggunakan sistem di mana setiap MWh setara dengan satu sertifikat. Masing-masing standar ini juga memiliki misi untuk mendukung ekonomi rendah karbon dan memfasilitasi integrasi sumber energi yang lebih bersih ke dalam jaringan nasional.

Penerbitan RECs di Pasar Berkembang

Ada dua standar REC yang paling menarik di pasar berkembang: I-REC dan TIGR.

International Renewable Energy Certificates (I-REC)

International Renewable Energy Certificates (I-REC) diadministrasikan oleh International Tracking Standard Foundation (I-TRACK). registri global untuk I-RECs dikelola oleh Evident.

Di mana GOs dan RECs berfungsi sebagai sistem pelacakan di pasar masing-masing, I-REC menyediakan sistem pelacakan untuk negara berkembang dan negara di luar AS dan UE.

Hingga tahun 2023, I-REC mencakup 53 negara tentang 95% dari volume internasional RECs. Baca lebih lanjut di artikel kami yang didedikasikan tentang I-REC di sini.

Instrumen yang Dapat Diperdagangkan untuk Energi Terbarukan Global (TIGR)

Instrumen yang Dapat Diperdagangkan untuk Energi Terbarukan Global (TIGR) dibuat oleh APX, yang juga mengelola registriTIGR. TIGR adalah registri REC internasional terbesar kedua, menyumbang sekitar 2% dari volume internasional RECs.

Hingga tahun 2023, TIGR mencakup 12 negara. Ini termasuk Bangladesh, China, Guatemala, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Apa Manfaat Penerbitan RECs bagi Pemilik Aset?

Kedua standar ini menawarkan peluang bagi pemilik aset energi terbarukan di pasar berkembang untuk menerbitkan dan menjual RECs. Dengan menjual RECs, pemilik proyek dapat merealisasikan pendapatan tambahan dan mendapatkan keuntungan finansial dari aset mereka yang ada. Menjual RECs adalah bagian dari memaksimalkan pengembalian dari aset yang besar dan kompleks ini.

Berpartisipasi dalam sistem ini memiliki beberapa manfaat reputasi tambahan. Pendaftaran REC menyoroti komitmen terhadap keberlanjutan dan membawa perusahaan listrik ke dalam lingkup organisasi ternama seperti RE100, CDP and Greenhouse Gas Protocol.

Penerbitan RECs juga memungkinkan perusahaan dan konsumen listrik lainnya untuk memberikan kontribusi langsung dalam memerangi perubahan iklim. Ketika aset energi terbarukan terdaftar pada standar REC, mereka memungkinkan kontribusi ini.

Ingin Tahu Lebih Banyak?

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang penerbitan dan penjualan RECs.